Desa Mulyoagung

Kec. Bojonegoro
Kab. Bojonegoro - Jawa Timur

Artikel

Edukasi Masyarakat oleh Mahasiswa KKN Program Berdampak UMM: Optimalkan Potensi Bahan Lokal Jadi Produk Pangan Bernilai Tinggi

Mahasiswa KKN UMM

24 Agustus 2026

2 Kali dibuka

Bojonegoro – Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro memiliki berbagai potensi bahan pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satunya adalah tempe yang mudah diperoleh, telah menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari masyarakat, serta memiliki kandungan protein nabati yang tinggi.

Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan riset data yang dilakukan mahasiswa KKN Program Berdampak Kelompok 197 Universitas Muhammadiyah Malang, pemanfaatan tempe di Desa Mulyoagung selama ini masih didominasi untuk kebutuhan konsumsi harian. Padahal, tempe dapat diolah menjadi berbagai produk pangan yang memiliki daya simpan lebih lama, lebih praktis dikonsumsi, dan berpeluang besar untuk dipasarkan secara komersial.  Kondisi tersebut menjadi alasan utama kelompok mahasiswa KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM menginisiasi program edukasi pengolahan keripik tempe. Produk ini dinilai memiliki proses pengolahan yang relatif sederhana, bahan bakunya mudah didapat, serta dapat dikembangkan dengan berbagai varian rasa dan pengemasan modern.

Kegiatan edukasi yang digelar pada Sabtu (15/8/2026) di Balai Desa Mulyoagung ini mengusung tema “Dari Pengolahan Masakan Mentah Menjadi Masakan Bernilai Tinggi”. Yang bertujuan mewujudkan desa untuk pengembangan berbasis ketahanan pangan dan penguatan potensi lokal. Acara tersebut dihadiri oleh ketua KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM, perwakilan PKK desa, serta puluhan peserta dari kalangan ibu rumah tangga. Dalam pemaparan materinya, Koordinator Desa KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM, Suwenda Nanda Septianto, menegaskan pentingnya inovasi produk pangan lokal.

Tempe selama ini hanya dikonsumsi sehari-hari, padahal bisa diolah menjadi produk yang lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi. Kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengoptimalkan potensi yang ada.” ujar Suwenda.

Mahasiswa KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM menjelaskan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan, tim telah melakukan uji coba pembuatan keripik tempe sejak 6 Agustus 2026 untuk mendapatkan formulasi terbaik. Selain itu, mereka juga melakukan koordinasi serta riset lapangan bersama pelaku UMKM pabrik tempe setempat pada 12 Agustus 2026 guna memahami proses produksi dan peluang pengembangan produk di tingkat lokal.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta dibekali edukasi yang menyeluruh. Tim KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM menghadirkan materi mengenai keamanan pangan (food safety) dan standar higienitas produksi, pemahaman terkait keamanan transaksi digital, hingga penataan identitas visual usaha. Peserta juga mendapatkan penjelasan lengkap mengenai tahapan pembuatan keripik tempe, mulai dari pemotongan, pembuatan adonan, penggorengan, pemberian bumbu variasi (seperti rumput laut, balado, dan sapi panggang), hingga strategi branding dan pengemasan yang menarik.

Tak hanya mendengarkan teori, peserta diperlihatkan secara langsung peragaan (display) hasil olahan keripik tempe yang telah dikemas rapi dalam plastik zip dan dilengkapi stiker logo produk agar terlihat lebih profesional serta layak jual. Lebih jauh, mahasiswa KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM juga mengenalkan ekosistem digitalisasi UMKM, seperti pemanfaatan media sosial, pendaftaran titik lokasi usaha di Google Maps, serta pengenalan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS untuk memperluas jangkauan pasar.

Salah satu peserta, Siti Aminah, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan ini. “Saya jadi tahu kalau tempe bisa diolah jadi keripik yang punya nilai jual lebih tinggi. Kemasannya diajari biar menarik, dan kami juga dapat ilmu baru soal pemasaran digital.” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Peserta antusias menanyakan berbagai hal terkait ketahanan produk, teknik penyimpanan, standar kebersihan pangan, hingga strategi pemasaran secara digital. Mahasiswa KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM berharap kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya wirausaha mandiri berbasis pangan lokal di Desa Mulyoagung.

Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi lokal desa untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan sentuhan branding, menjaga kebersihan pangan, serta memanfaatkan teknologi digital, produk olahan tempe desa bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Pelaksanaan kegiatan edukasi ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Desa Mulyoagung, khususnya bagi ibu-ibu PKK. Peserta tidak hanya memperoleh wawasan dan pengetahuan baru mengenai tata cara pengolahan tempe menjadi produk bernilai jual tinggi, tetapi juga semakin menyadari pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara produktif dan berkelanjutan. Dengan bahan baku yang mudah diperoleh dan proses pembuatan yang tidak rumit, usaha keripik tempe ini berpotensi menjadi alternatif produk usaha rumahan yang menjanjikan.

Melalui pelaksanaan program kerja ini, Desa Mulyoagung diharapkan mampu mengoptimalkan tempe sebagai bahan pangan lokal yang bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi berbasis potensi desa yang aman, higienis, serta terintegrasi secara digital.

Komentar yang terbit pada artikel "Edukasi Masyarakat oleh Mahasiswa KKN Program Berdampak UMM: Optimalkan Potensi Bahan Lokal Jadi Produk Pangan Bernilai Tinggi"

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Mulyoagung

Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur

Agenda

Belum ada agenda terdata

Sinergi Program

Komentar

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:90
Kemarin:62
Total:8.211
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.216.142
Browser:Mozilla 5.0

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.138678367131926
Longitude:111.91390246152879

Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro - Jawa Timur

Buka Peta

Wilayah Desa