Desa Mulyoagung

Kec. Bojonegoro
Kab. Bojonegoro - Jawa Timur

Artikel

Rangkaian Program Kerja Mahasiswa KKN Program Berdampak UMM di Desa Mulyoagung, dari Edukasi Anak hingga Digitalisasi UMKM

Mahasiswa KKN UMM

26 Agustus 2026

2 Kali dibuka

Bojonegoro — Selama masa penugasan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Berdampak Kelompok 197 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalankan rangkaian program kerja yang menyasar berbagai bidang, mulai dari pendidikan anak, pelestarian budaya, digitalisasi UMKM, ketahanan pangan, hingga penyediaan informasi wilayah desa. Seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang ditemukan tim selama berbaur dengan warga.

Sebelum menyusun program kerja, tim KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM lebih dulu melakukan observasi dan wawancara langsung dengan warga, perangkat desa, guru, hingga pelaku usaha di Desa Mulyoagung. Dari proses tersebut, ditemukan sejumlah kebutuhan yang belum banyak tersentuh, di antaranya anak-anak yang mulai jarang memainkan permainan tradisional karena tergeser gawai, potensi desa yang belum terdokumentasikan secara utuh, pelaku UMKM yang belum memanfaatkan identitas usaha dan teknologi digital secara optimal, potensi pangan lokal seperti tempe yang masih sebatas dikonsumsi harian, serta minimnya informasi mengenai titik-titik fasilitas desa.

Berdasarkan temuan tersebut, tim KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM menyusun enam program kerja utama yang saling melengkapi, yaitu sosialisasi dan lomba permainan tradisional di sekolah dasar, pengenalan permainan tradisional untuk melatih motorik anak TK, produksi video profil desa, pendampingan branding dan digitalisasi UMKM, edukasi pengolahan pangan lokal bersama ibu-ibu PKK, serta pembuatan peta wilayah desa. Keenam program ini diharapkan dapat memberi dampak yang menyentuh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, pelaku usaha, hingga pemerintah desa. Setiap program kerja dijalankan melalui tahapan yang serupa, yakni diawali dengan riset dan koordinasi bersama pihak terkait, baik sekolah, perangkat desa, pelaku UMKM, maupun kelompok PKK. Tim KKN turut membagi tugas ke dalam sejumlah divisi agar setiap program dapat berjalan lebih terarah, mulai dari penyusunan materi, persiapan teknis, hingga publikasi hasil kegiatan.

Pada program pendidikan dan permainan tradisional, tim berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyusun susunan acara dan materi sosialisasi. Pada program video profil dan peta desa, tim melakukan riset lapangan, wawancara narasumber, serta pendataan wilayah secara langsung. Sementara pada program digitalisasi UMKM dan edukasi pangan lokal, tim lebih dulu melakukan observasi serta uji coba produk sebelum turun mendampingi pelaku usaha dan warga secara langsung.

Rangkaian program kerja ini dimulai dengan sosialisasi mengenai dampak negatif digitalisasi yang dipadukan dengan lomba permainan tradisional di SDN 1 dan SDN 2 Mulyoagung, masing-masing pada 11 dan 19 Agustus 2026. Selain penyampaian materi secara interaktif, siswa turut diajak langsung memainkan berbagai permainan tradisional dalam bentuk perlombaan. Semangat serupa juga dibawa ke TK Putra Harapan pada 13 Agustus 2026, di mana tim KKN mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak sebagai media melatih motorik kasar sejak usia dini, sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.

Di sisi promosi dan dokumentasi desa, tim KKN memproduksi video profil Desa Mulyoagung berdurasi sembilan menit dengan pendekatan storytelling, memuat sejarah nama desa, kondisi geografis, kehidupan masyarakat, budaya, potensi pertanian dan UMKM, hingga fasilitas desa, melalui wawancara bersama Kepala Desa dan sejumlah warga. Sebagai pelengkap, tim juga menyusun peta Desa Mulyoagung melalui pendataan dan penyusunan wilayah yang memuat batas wilayah, fasilitas umum, lokasi UMKM, tempat ibadah, dan lembaga pendidikan, sehingga dapat menjadi media informasi bagi warga maupun pemerintah desa.

Pada bidang ekonomi, tim KKN mendampingi pelaku UMKM Desa Mulyoagung dalam pembuatan logo dan banner usaha, pendaftaran lokasi ke Google Maps, penerapan QRIS sebagai alat pembayaran digital, serta pengenalan pemasaran melalui media sosial. Sejalan dengan itu, pada 15 Agustus 2026 di Balai Desa Mulyoagung, tim juga menggelar edukasi pengolahan keripik tempe bersama ibu-ibu PKK, lengkap dengan materi keamanan pangan, branding produk, dan pengenalan sistem pembayaran digital.

Rangkaian program kerja tim KKN Berdampak 197 UMM membawa dampak yang dirasakan oleh berbagai kalangan di Desa Mulyoagung. Anak-anak dan siswa kembali mengenal serta antusias memainkan permainan tradisional, sekaligus melatih motorik dan mempererat kebersamaan antarwarga. Desa Mulyoagung kini juga memiliki video profil dan peta wilayah yang dapat digunakan sebagai media dokumentasi, promosi, serta pendukung administrasi dan perencanaan pembangunan desa.

Di sisi ekonomi, pelaku UMKM memperoleh identitas usaha yang lebih kuat serta akses ke fasilitas digital seperti QRIS dan Google Maps, sementara ibu-ibu PKK mendapatkan bekal pengetahuan baru dalam mengolah tempe menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Secara keseluruhan, program-program ini diharapkan dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat Desa Mulyoagung, jauh setelah masa penugasan tim KKN berakhir.

Komentar yang terbit pada artikel "Rangkaian Program Kerja Mahasiswa KKN Program Berdampak UMM di Desa Mulyoagung, dari Edukasi Anak hingga Digitalisasi UMKM"

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Mulyoagung

Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur

Agenda

Belum ada agenda terdata

Sinergi Program

Komentar

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:47
Kemarin:67
Total:8.326
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.216.182
Browser:Mozilla 5.0

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.138678367131926
Longitude:111.91390246152879

Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro - Jawa Timur

Buka Peta

Wilayah Desa